Archive for June, 2004

Debian GNU/Linux

Debian GNU/LinuxPerbedaan utama antara distribusi debian dengan distribusi Linux yang ada sekarang adalah model pengembangannya yang terbuka (open development). Namun bukan hanya ini yang membedakan debian dengan distribusi lainnya.

Yang kedua, perbedaan yang sama pentingnya adalah debian setia pada “Free Software” yang ideal. Ini sangat mengesankan, yang mana distribusi ini bebas didistribusikan, lengkap dengan source codenya. Sekarang, kebanyakan distribusi lain juga memberikan source code dan program yang sama seperti debian, namun mereka juga memasukkan paket yang tidak dapat didistribusikan secara bebas dalam kondisi tertentu. Pengguna debian dapat dijamin bahwa software apa saja yang meraka temukan dalam debian tidak akan menemukan kekangan dalam kebebasan mendistribusikan dan memodifikasinya, memberikan penggunanya kebebasan untuk membuild sistem, hal ini menjadi nilai tambah dari debian sehingga pengguna tidak dihinggapi rasa takut bahwa mereka akan dituntut di pengadilan karena salah mengunakan IP (Intelectual Property) orang lain.

Debian juga memberikan ruang untuk paket-paket yang tidak memenuhi standar ini. Debian packaging system juga dapat digunakan untuk mem-package software yang tidak memenuhi standard free distribution-nya.

Paket-paket yang tidak dapat didistribusikan secara bebas dapat ditemukan di bagian non-free. Selain itu sebuah katagori tambahan, disebut contrib adalah untuk paket-paket yang free, namun software tersebut tergantung pada paket lain yang non-free. Dengan jalan ini, debian menyediakan banyak variasi software diluar distribusi, untuk melindungi penggunanaya dari masalah “legal ramifications” dari software yang non-free.

Secara teknis yang membedakan debian dari distro lain yang ada sekarang, yakni debian menginterpretasikan dengan tegas Linux File System Standard, yang segera dikenal sebagai File Hierarchy Standards. Kesetiaan terhadap technical guidelines ini membuat paket asing dapat lebih mudah diintegerasikan kedalam sistem.

Selain itu keungulan secara teknis dari debian adalah packaging system-nya. Sistem ini memfasilitasi incremental upgrades dari paket-paket individual tanpa adanya resiko sistem menjadi rusak. Packaging system yang modular sehingga setiap potensi kerusakan dilokalisasi. Masih ada banyak cara yang menyebabkan sistem jadi rusak, namun packaging system debian mencegah sistem tersebut dari kesalahan seperti itu. Perlindungan datang dari dependency checking yang disediakan oleh packaging system. Packages dapat ditentukan dependency-nya pada package lain dan bahkan bisa ditentukan bahwa dependeny-nya mencakup versi tertentu dari package lain. Software instalasi memaksa dependency ini sehingga dependencies dipenuhi sebelum instalasi di proses.

Meskipun hadir dengan kualitas yang tinggi, kompleksitas dari sistem linux bisa membuat pengguna jadi bingung. Meskipun debian mencoba membuat instalasi default yang memenuhi kebutuhan pengguna secara umum, kita masih butuh pengetahuan dan skill untuk mencapai instalasi yang lebih baik. Debian menyediakan mailing list untuk kebutuhan ini, debian-user mailing list, untuk subscribe silakan kirim email ke

debian-user-REQUEST@lists.debian.org

dengan subyek dan body berisi satu kata subscribe. Dengan bergabung ke mailing-list ini anda dapat saling kontak dengan user lain, yang mungkin memiliki masalah yang mirip dengan apa yang anda alami sekarang, yang dapat membantu mengurangi kebingungan anda. Kelebihan mailing-list ini yaitu developers juga bergabung sebagaimana user biasa, sehingga ada kemungkinan anda akan mendapat saran expert dari sesorang yang benar-benar mengerti masalah anda.
Sebgai tambahan, debian-devel mailing list juga terbuka untuk public. Meskupun tujuannya lebih teknis, banyak informasi berguna yang dapat diambil dengan begabung ke mailing-list ini, untuk bergabung kirim e-mail ke

debian-devel-REQUEST@lists.debian.org

dengan pernyataan subscribe di subject . Volume lists ini sangat tinggi, namun kualitas responnnya sangat bagus. Ini sangat kontras dengan distibusi lain, banyak yang bahkan tidak memberikan email address untuk pertanyaan. Perbedaan yang paling banyak datang dari Debian’s open development model yang menerima sinergi dari berbagai pandagan. Perbedaan ini membuat debian menjadi sistem yang kompetitif dengan distribusi lain dalam komunitas linux. Kenyataannya, tanpa sponsor perusahaan, debian menjadi distribusi yang bisa bersaing dengan distribusi yang memiliki dukungan keungan yang kuat, ini merupakan prestasi yang mengesankan dan luarbiasa sekali.

Distribusi Linux

Distribusi (atau singkatnya ‘distro’) merupakan koleksi software yang dikemas bersama dalam satu atau lebih CDROM (meski distribusi yang mengunakan disket juga ada). Distribusi Linux disini termasuk sistem operasi dan software-software yang berjalan di Linux. Software didalam distribusi, sangat sedikit yang dibuat oleh vendor distribusi itu sendiri. Vendor menambahkan nilai dan mengambil keuntungan dengan cara:

  • Memastikan bahwa semua software bekerja ketika anda menginstallnya
  • Menyediakan program instalasi dan konfigurasi untuk kemudahan, namun tidak semua vendor membuat sendiri program instalasinya.
  • Menyediakan jasa technical support untuk distribusi yang dikeluarkannya. Secara tipikal vendor memungut bayaran.Itulah contoh-contoh hal yang dapat dilakukan vendor untuk membedakannya dengan vendor lain, karena mayoritas software dapat diperoleh secara bebas oleh siapa saja. Sehingga diantara distribusi-distribusi Linux lebih banyak persamaannya dari pada perbedaanya. Beberapa contoh distro Linux: Debian, RedHat, SUSE, Mandrake, Lindows, dll.
  • Linux Dibandingkan dengan Sistem Operasi Lain

    Sangat sulit untuk mendapatkan perbandingan sistem operasi yang obyektif, karena orang-orang yang mengeluarkan perbandingan memiliki kepentingan masing-masing. Anda mungkin tidak akan percaya perbandingan yang dikeluarkan oleh vendor karena sebenarnya mereka harus mengarahkan anda untuk membeli produk mereka. Artikel yang muncul dalam dunia dagang sangat berbeda dengan spesifikasi yang dikeluarkan untuk produk dan teknologinya.

    Ada contoh yang membandingkan antara Linux dan Windows yang dikeluarkan orang dengan obyektif, hanya memaparkan fakta dan membatasi pada aspek teknis semata. Namun juga ada yang mengeluarkan hasil perbandingan dengan emosional atau hanya berdasar kepentingan bisnis semata, contohnya pada website nya Microsoft yang mengatakan bahwa Linux berbasis pada Unix, teknologi yang telah berumur 30 tahun, yang bermaksud mencegah anda mengandalkan bisnis anda pada teknologi yang sudah berumur 30 tahun.

    Kenyataanya sangat berbeda, Pengembangan Linux baru dimulia pada tahun 1991 dan Linux bukanlah Unix, Linux merupakan Teknologi yang lebih muda dari Windows. Namun sebenarnya hal ini tidak penting, karena umur sebuah sistem operasi tidak ada hubungannya dengan kehandalannya secara teknis.

    Apa yang kita sebut Linx sekarang sebenarnya adalah ratusan program yang ditulis ribuan programmer di seluruh dunia. Jika anda melihat distribusi Linux dalam CDROM, anda akan menemukan bahwa sebenarnya Sistem Operasi Linux hanya sebagian kecil saja dari isi total CDROM. Banyak diantara program dalam CDROM tersebut bernaung dibawah payung GNU. Dengan alasan ini ada beberapa komunitas Linux yang merasa distribusi seharusnya lebih tepat kalo disebut “GNU” atau “GNU/Linux”.

    Hal ini tidak berarti meremehkan kontribusi Linus Torvalds dan semua programmer pada proyek yang telah dibuatnya. Sungguh, sistem operasi Linux adalah central terhadap penemuan kebebasan dalam industri komputer saat ini. Namun, penting untuk tidak dilupakan kontribusi dari orang-orang GNU yang memiliki visi untuk memulai menggarap software yang free beberapa tahun lebih dahulu. Pekerjaan yang mereka lakukan untuk membuat GNU Public License (GPL) adalah kunci keberhasilan dari Open Source Software (OSS).