Archive for December, 2009

Impian Sang Pemimpi

13859_212121913630_503478630_2995639_1678406_n

Impian, sebuah kata yang tidak asing di telinga kita. Waktu kecil saya sering ditanya, kalau sudah besar mau jadi apa? dan jawaban-jawaban umum seperti ‘ingin jadi presiden’ sepertinya juga tidak asing di kehidupan kita, ingat lagu Susan Ria Enes?. Melihat fenomena ini, sebenarnya kita sudah dipancing-pancing untuk bermimpi sejak dari kecil, sesuatu hal sangat positif bagi perkembangan anak. Namun siring berjalannya waktu, sepertinya pancingan pertanyaan-pertanyaan seperti ini semakin memudar di kehidupan masyarakat kita. Seingat saya, pertanyaan-pertanyaan seperti itu hanya ada di sekolah TK, setelah itu sepertinya tidak pernah lagi.

Saya baru saja menyaksikan film sekuel lanjutan ‘Laskar Pelangi’ yaitu ‘Sang Pemimpi’ yang disutradarai Riri Riza. Sang Pemimpi diangkat dari novel karya Andrea Hirata yang menanamkan moral positif untuk anak muda, yaitu gantungkan impian setinggi langit dan kejar lah jangan pernah menyerah. Saya bersyukur tema seperti ini mulai banyak diangkat di dunia perfilman nasional, yang mana akan mempengaruhi cara berpikir anak muda Indonesia agar menjadi orang besar dan penuh semangat dan yang penting tidak takut untuk bermimpi.

Dalam membangun dan memelihara impian, seperti yang perlihatkan dalam film ‘Sang Pemimpi’ cara yang paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah sering-sering mengutip perkataan tokoh-tokoh besar yang biasanya sangat inspiratif. Hal ini sebenarnya hanyalah sebagai bentuk usaha kita untuk mendalami cara berpikir tokoh tersebut, seperti halnya sebuah kutipan ‘tirulah orang sukses, maka anda akan jadi sukses’. Dalam film tersebut kita bisa mendengar ‘quotes’ atau kutipan-kutipan baik dari tokoh asing maupun tokoh lokal seperti Sutan Sjahrir, Moh. Hatta, Soekarno, Rhoma Irama, dan Iwan Fals.

Berikut ‘quotes’ atau kutipan tokoh-tokoh yang dipakai dalam sekuel film ‘Sang Pemimpi’

1. Masa muda masa yang berapi-api – Rhoma Irama.
2. Terbanglah Garudaku, singkirkan kutu-kutu di sayapmu – Iwan Fals.
3. …

silahkan lanjutkan di comment berikut bila anda ingat..

KTP Juga Menjadi Sumber Masalah Di Negeri Ini

Saya termasuk orang yang pernah memiliki KTP lebih dari satu. Mengapa hal itu sampai terjadi? bukan karena untuk penggelembungan suara pilpres, pilkada, atau pilpil yang lainnya. Dulu waktu saya masih kuliah di Bandung, saya ingin membuka rekening BCA di sana. Tapi keinginan saya ditolak oleh pihak Bank karena KTP saya bukan KTP Bandung, alhasil saya harus nunggu sampai mudik untuk membuka rekening BCA.

Kejadian berikutnya ketika saya berada di Serang. Suatu saat saya harus membuat kartu kuning untuk melamar pekerjaan, eh saya juga ditolak karena KTP nya bukan KTP Serang. Kejadian ini membuat saya trauma ketika mau ngurus sesuatu di daerah bukan di tempat yang tertera di KTP. Dan alhasil saya pun terpaksa membuat KTP baru untuk menyesuaikan tuntutan lokal daerah.

Yang menjadi pertanyaan saya, begitu rumitkah urusan di negeri ini? Saya pernah melihat poster yang bertuliskan “Satu Orang Satu KTP, melanggar didenda!” Apa benar hanya perlu satu KTP untuk menghadapi segala urusan di negeri ini? bila memang benar alangkah bagusnya, tapi ya itu… Apa benar seperti itu? apakah saya bisa menggunakan KTP Bangkalan untuk membeli properti di Jakarta misalnya? atau bisakah saya membuka rekening Bank di Samarinda dengan memperlihatkan KTP non Samarinda? Apakah saya Bisa menggunakan KTP Medan untuk membeli kendaraan di Surabaya? Apakah bisa begitu saudara-saudara sekalian? :)